Hallo.... selamat datang. newbie old blogger. sorry for my bad english, but I just want to expand my vocabulary :) piss love and respect guys

Jumat, 08 November 2013

Faktor yang mempengaruhi fertilitas pada pria

Lebih dari 90% infertilitas pada pria disebabkan karena jumlah sperma yang rendah, kualitas sperma yang buruk atau keduanya. Terdapat banyak factor dan penyebab dari infertilitas ini, yaitu:
Abnormalitas structural
Beberapa abnormalitas structural yang merusak atau mem-blok testis, saluran atau struktur reproduksi lain yang mempengaruhi fertilitas:

·         Cryptorchidism. Cryptorchidism adalah suatu kondisi yang terlihat pada bayi baru lahir dimana testis gagal untuk turun dari abdomen ke skrotum.
·         Hypospadias. Hypospadias adalah defek lahir dimana pembukaan saluran kemih berada dibawah penis. Hal ini dapat menceg ah sperma mencapai serviks bila tidak diperbaiki dengan operasi
·         Sumbatan saluran sperma. Beberapa pria terlahir dengan sumbatan atau masalah lain di epididimis atau duktus ejakulatorius, yang kemudian menyebabkan infertilitas.

Defisiensi Hormon
Hipogonadisme adalah nama umum untuk defisiensi dari  gonadotropin-releasing hormone (GnRH), hormone primer yang mensinyal proses pelepasan testosterone dan hormone reproduksilainnya. Level testosterone yang rendah akibat penyebab lainnya juga menghasilkan gangguan produksi sperma
Kelainan genetik
·         Keainan turunan tertentu dapat menyebabkan infertilitas, contohnya: Cystic fibrosis dapat menyebabkan hilangnya atau obstruksi vas deferens.
·         Sindrom Klinefelter ditandai dengan dua kromosom X dan satu kromosom Y (normalnya satu kromosom X dan satu kromosom Y), yang mana menyebabkan kadar testosterone rendah dan abnormalitas pada tubulus seminiferus, meskipun kebanyakan atribut fisik pria yang lainnya normal.
·         Sindrom Kartagener adalah kelainan yang jarang yang menyebabkan motilitas sperma terganggu.

Risk Factors
Varicocele
Varicocele adalah suatu pembesaran abnormal dan terbelitnya vena pada korda spermatika yang terhubung ke testis. Varicocele ditemukan pada sekitar 15% dari semua pria dan sekitar 40% pada pria infertile, meskipun belum jelas seberapa besar kelainan ini mempengaruhi fertilitas atau bagaimana mekanismenya
Usia
Penuaan dapat mempengaruhi jumlah sperma dan motilitas sperma (kemampuan sperma untuk berenang cepat dan bergerak dalam garis lurus)
Penyakit seksual menular
Infeksi Chlamydia trachomatis atau gonorrhea adalah penyakit seksual menular yang paling sering berhubungan dengan infertilitas pada pria. Infeksi dapat menyebabkan jaringan parut dan memblok jalan keluar sperma. Human papillomaviruses, menyebabkan kutil pada kelamin, juga mengganggu fungsi sperma.
Faktor Gaya Hidup
·         Testicular Overheating. Overheating, seperti pada demam tinggi, sauna, dan such as from high fevers, saunas, dan berendam air panas, dapat menurunkan jumlah sperma.
·         Substance Abuse. Kokain atau marijuana dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma. Komponen kimia pada marijuana dapat mengganggu kemampuan sperma untuk berenang dan juga menghambat kemampuannya untuk mempenetrasi ovum. Penggunaan steroid anabolic dapat mengerutkan testis dan menurunkan produksi sperma. Peminum berat juga dapat mengganggu fertilitas
·         Obesitas. Obesitas dapat menggaggu kadar hormone dan berdampak buruk pada fertilitas.
·          Bersepeda. Bersepeda jangka lama dapat mempengaruhi fungsi ereksi. Tekanan dari tempat duduk sepeda terkadang dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang bertanggung jawab untuk ereksi.
·         Stres emosional. Stress dapat mengganggu hormone tertentu yang terlibat dalam produksi sperma, tetapi para dokter belum yakin jika stress memegang peranan penting dalam infertilitas.
Factor Lingkungan
Pekerjaan atau paparan jangka panjang pada jenis toksin atau bahan kimia tertentu (seperti herbisida dan pestisida) dapat mengurangi jumlah sprema baik melalui pengaruh pada fungsi testis ataupun mengubah system hormone. Bahan kimia mirip estrogen dan perusak hormone seperti as bisphenol A, phthalates, dan organochlorines merupakan konsen khusus. Paparan kronik logam berat seperti timbal, cadmium atau arsenik dapat mempengaruhi kualitas sperma.

Kondisi Medis
Kondisi medis yang dapat mempengaruhi fertilitas pada pria termasuk setiap cedera parah atau operasi besar, diabetes, HIV, penyakit tiroid, sindrom Cushing, serangan jantung, gagal hati atau ginjal, dan anemia kronis. Beberapa jenis obat dapat mengganggu produksi sperma.
Infeksi di saluran kemih atau alat kelamin. Infeksi yang dapat mempengaruhi fertilitas termasuk prostatitis (peradangan pada kelenjar prostat), u arsenik orchitis (di testis), Semino-vesculitis (dalam kelenjar yang memproduksi semen), atau uretritis (dalam uretra), mungkin dengan mengubah motilitas sperma. Bahkan setelah pengobatan antibiotik sukses, infeksi pada testis dapat meninggalkan jaringan parut yang menghalangi epididimis.
Kanker dan Pengobatan nya. Pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi dapat merusak kualitas dan kuantitas sperma, menyebabkan infertilitas. Perlakuan radiasi dekat adalah organ-organ reproduksi, semakin tinggi risiko infertilitas. Ada juga beberapa bukti bahwa infertilitas pria itu sendiri merupakan faktor risiko untuk kanker testis.

Sumber:  Simon, Havey, MD. 2012. Infertility in Men. Tersedia di http://umm.edu/health/medical/reports/ articles/infertility-in-men diakses pada 23 Oktober 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar