Hallo.... selamat datang. newbie old blogger. sorry for my bad english, but I just want to expand my vocabulary :) piss love and respect guys

Jumat, 04 Mei 2012

Bahan DK pemicu 4 modul Biomol (Neoplasma/Tumor)


a. karsinoma nasofaring
 tumor ganas yang timbul pada epithelial pelapis ruang dibelakang hidung (nasofaring) dan ditemukan dengan  frekuensi tinggi di Cina bagian selatan

b. Mimisan/epistaxis
pendarahan dari dalam hidung

c. Biopsy
pengambilan dan pemeriksaan , biasanya mikroskopik, jaringan tubuh yang hidup, yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis pasti.

d. Tumor
pertumbuhan baru suatu jaringan dengan multiplikasi sel-sel yang tidak terkontrol dan progresif; disebut juga neoplasma.

e. Morbid
 sakit/berkenaan dengan terkena, atau menimbulakan penyakit; berpenyakit.

f. Anamnesis
riwayat kasus pasien, medis atau psikiatrik, terutama dengan mempergunakan ingatan pasien.

g. Fossa Rossenmuller
 perluasan lateral mirip celah yang luas pada dinding nasofaring, sebelah kranial dan dorsal orifisium faringealis tuba auditoria.

h. Spesimen 
 contoh atau bagian dari sesuatu, atau beberapa hal, yang diambil untuk menunjukkan atau menentukan arti keseluruhan.

sumber: Kamus Kedokteran Dorland edisi 31, 2010

Epstein-Barr 
 EBV, herpes virus yang terdapat dimana-mana dan merupakan agen penyebab mononukleosis infeksius akut, karsinoma nasofaring, limfoma, limfoma burkitt dan gangguan limfoproliferatif lain pada orang dengan defisiensi imun (jawetz)
sumber: Jawetz, Melnick, dan Adelberg. 2007. Medical Microbiology 24th edition. USA: The McGraw-Hill Companies

Antigen Sel Tumor
Transformasi maligna suatu sel dapat disertai dengan perubahan fenotip sel normal dan hilangnya komponen antigen permukaan atau timbulnya neoantigen yang tidak ditemukan pada sel normal atau perubahan lain pada membran sel. Perubahan-perubahan tersebut dapat menimbulkan respon sistem imun.
Antigen tumor dapat dibedakan menjadi 2 kategori:
1.       Antigen spesifik tumor
Yang hanya terdapat pada sel tumor dan tidak pada sel normal.
Contohnya adalah gen MAGE 1. Gen ini diekspresikan pada 37% melanoma serta pada karsinoma paru, hati, lambung, dan esofagus dalam jumlah bervariasi. Contoh lainnya antigen virus, antigen yang berasal dari virus onkogenik seperti HPV dan EBV.
2.       Antigen terkait tumor
Yang terdapat pada sel tumor dan beberapa sel normal.
Contohnya adalah antigen yang ekspresinya berlebihan . antigen-antigen tumor ini adalah produk gen normal yang ekspresinya berlebihan akibat amplifikasi gen atau mutasi lain. Contoh antigen ini protein HER 2 (neu), yang ekspresinya berlebihan pada 30% kanker payudara dan ovarium.

Imunitas selular dan humoral dapat memiliki aktivitas antitumor, yaitu:
1.       Limfosit T sitotoksik
Adanya sel CD8+ MHC-restricted dapat mematikan sel tumor autolog didalam tumor manusia. Sel T CD8+ akan melisis sel-sel tumor yang mengekspresikan MHC kelas I. Sedangkan sel-sel tumor yang mengekspresikan MHC kelas II akan diikat oleh sel T CD4+ (sel T helper) yang mensekresikan sitokin yang membantu mengarahkan respon imun yang diperantarai oleh sel, termasuk makrofag dan aktivasi sel NK.
2.       Sel Natural Killer
Sel ini mampu menghancurkan sel tumor tanpa sensitisasi terlebih dahulu. Setelah diaktifkan oleh IL-2, sel NK dapat melisiskan berbagai tumor manusia, termasuk tumor yang tampaknya non-imunogenik bagi sel T (sel yang tidak mengekspresikan MHC kelas I).
3.       Makrofag
Sel ini dapat menghancurkan sel tumor melalui mekanisme yang serupa dengan yang digunakan untuk mematikan mikroba. Sel T, sel NK, dan makrofag mungkin bekerja sama dalam reaktivitas antitumor karena interferon-ϒ, yaitu sitokin yang dikeluarkan oleh sel T dan sel NK, adalah aktivator kuat bagi makrofag.

4.       Mekanisme humoral
Mekanisme ini mungkin ikut serta dalam destruksi sel tumor melalui dua cara: (1) aktivasi komplemen dan (2) induksi sitotoksisitas selular dependen-antibodi oleh sel NK.
Sumber: Robbins, Kumar, Kotran. 2004. Buku Ajar Patologi vol.1. Jakarta: EGC


Rabu, 02 Mei 2012

Bahan DK Pemicu 3 modul Biomol (Kolera)


a.       Infeksi
Invasi dan multipikasi mikroorganisme atau parasit dalam jaringan tubuh.
b.       Patogen
Setiap agen atau mikroorganisme penyebab penyakit
c.       Virulensi
Kemampuan kuantitatif suatu agen untuk menyebabkan penyakit.
d.       Diare
Frekuensi atau kosistensi pengeluaran feses yang abnormal.
e.       Antibiotik
Zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi, yyang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain.
f.       Strain
Sekelompok organisme dalam spesies atau varietas yang ditandai dengan sifat-sifat yang khas, seperti strain bakteri kasar atau halus.
sumber: Kamus Kedokteran Dorland edisi 31, 2010

1.       Bakteri Vibrio Cholerae
a.       Definisi
Bakteri Vibrio Cholerae adalah bakteri batang yang melengkung yang berbentuk koma dengan panjang2-4 µm. Bakteri ini dapat bergerak secara aktif menggunakan flagel kutubnya.
b.      Mekanisme
Bakteri Vibrio Cholerae masuk kemukosa usus dan menempel pada mikrovili, brush border di sel-sel epitel usus. Bakteri ini menghasilkan enterotoksin dengan berat molekul sekitar 8400, yang terdiri dari subunit A dan B. subunit A terurai menjadi 2 peptida, yaitu A1dan A2. Yang berikatan melalulu ikatan disulfida. Subunit B mempunyai 5 peptida identik yang dapat berikatan dengan Gangliosit GM 1 yang  berfungsi sebagai reseptor mukosa utk subunit B, yang mendorong masuknya subunit A kedalam sel. Subunit A memasuki membrane sel dan sangat meningkatkan aktifitas adenilil siklase serta konsentrasi cAMP. Adenilil siklase mengakibatkan kontraksi ototpolos. cAMP sebagai sinyal yang mengkode seksresi air dan elektrolit. Efek akhirnya adalah sekresi cepat elektrolit kedalam lumen usus halus disertai dengan gangguan arbsorbsi natrium dan klorida serta bikarbonat. 
sumber: Jawetz, Melnick, dan Adelberg. 2007. Medical Microbiology 24th edition. USA: The McGraw-Hill Companies

a.       Transfer sifat resistensi antar bakteri
Penyebaran resistensi pada mikroba dapat terjadi secara vertikal (diturunkan ke generasi berikutnya) atau yang lebih sering terjadi ialah secara horizontal dari suatu sel donor. Dilihat dari segi bagaiimana resistensi dipindahkan maka dapat dibedakan 4 cara yaitu:
1)      Mutasi
Proses in terjadi secara spontan, acak, dan tidak tergantung dari ada tau tidaknya paparan terhadap antimikroba. Mutasi terjadi akibat perubahan pada gen mikroba mengubah binding site antimikroba, protein transpor, protein yang mengaktifkan obat, dan lain-lain.
2)      Transduksi
Kejadian dimana suatu mikroba menjadi resiisten karena mendapat DNA dari bakteriofa (virus yang menyerang bakteri) yang membawa DNA dari kuman lain yang memiliki gen resisten terhadap antibiotik tertentu.
3)      Transformasi
Transfer resistensi terjadi karena mikroba mengambil DNA bebas yang membawa sifat resisten dari sekitarnya.
4)      Konjugasi
Transfer yang resisten disini terjadi langsung antara 2 mikroba dengan suatuu “jembatan” yang disebut pilus seks. Konjugasi adalah mekanisme ttransfer resistensi yang sangat penting, dan dapat terjadi antara kuman dengan spesies yang berbeda.
sumber: Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI. 2007. Farmakologi dan Terapi edisi 5. Jakarta: FKUI
 

 
Antibiotik yang dapat digunakan untuk terapi kolera adalah:
a)      Tetrasiklin
Tetrasiklin dosis tunggal 300 mg merupakan antibiotik yang efektif untuk penyakit ini. Pemberian dapat mengurangi volume diare selama 48 jam.
b)      Kotrimoksazol
160 mg trimetoprim – 800 mg sulfametoksazol, 2 kali sehari selama 3 bulan.
 sumber: Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI. 2007. Farmakologi dan Terapi edisi 5. Jakarta: FKUI