Hallo.... selamat datang. newbie old blogger. sorry for my bad english, but I just want to expand my vocabulary :) piss love and respect guys

Sabtu, 26 April 2014

When the "Lazy disease" melanda

Alohaa~~ *joget hula-hula*
Selamat hari sabtu, selamat bersantai, happy weekend \^^/
yes, this's saturday !!
actually I have so many duties, especially skripsi -__- yes, of course, my life now is all about skripsi.
althought, I'm too lazy to do that all, so what am I doing right now? nohing, I just lie on my bed all day long, hehehe what does bart's father say? I'm not lazy, I just enjoy doing nothing, yeah!! that's exactly right.
oh, yea last night I went to Alun-alun Kapuas or we called it Korem, it's somewhere on the edge of the river, the people selling various things and food, plenty of seating, and we can ride boat around the Kapuas river. I like that place, cause I can eat grilled sausage at there, hehehe and you know what's the best about Korem? they sell hijab with the cheapest price, wow !! you should go there. and back to the topic, Last night I went to korem with my friend, our purpose to go to there was to buy grilled sausage :p and we ate 6 each, yummy~~~ we ate while watching the dancing fountains, after that we chit chat  about how our money runs out so quickly, and finally we realized that we run out money to buy food -__- it's so silly but it's better than we run out money to buy negative things such as cigarette, right? yes. when I and my friend were talking, came two cigarette spg, both of them wear a sexy mini dress, and of course they're beautiful, then they offered a brand of cigarette to some men. what do you think about that kind of marketing? I think that kind of women exploitation, they not sell product by its quality or anything in the product that can be promote, but they sell women, not directly but still... ah, I don't like it. at nine I and my friend went home, ah, have I tell you that my boarding house close at nine and a half hours? okay, now you know it. it's so early, even the mall not close yet -__-

adios, byebye

Rabu, 23 April 2014

Sleepy

23.10
I'm so sleepy
but I must not sleep right now
I still have so many tasks and I have to study for tomorrow class
damn, yeah so damn, right?

Imunisasi Pasif dan Aktif

Imunisasi dibagi menjadi 2, yaitu:
Imunisasi pasif
Imunisasi pasif terjadi bila seseorang menerima antibodi atau produk sel dari orang lain yang telah mendapat imunisasi aktif. Imunitas pasif dapat diperoleh melalui antibodi dari ibu atau dari globulin gama homolog yang dikumpulkan. Imunisasi pasif dibagi lagi menjadi:
a.       Imunisasi pasif alamiah
1.      Imunitas maternal melalui plasenta
Antibodi dalam darah ibu merupakan proteksi pasif kepada janin. IgG dapat berfungsi antitoksik, antivirus dan antibakterial terhadap H. Influenza B atau S. Agalacti B. Ibu yang mendapat mendapat vaksinasi aktif akan memberikan proteksi pasid kepada janin dan bayi.
2.      Imunitas maternal melalui kolostrum
ASI mengandung berbagai komponen sistem imun. Beberapa di antaranya berupa Enhancement Growht Factor untuk bakteri yang diperlukan dalam usus atau faktor yang justru dapat menghambat tumbuhnya kuman tertentu (lisozim, laktoferin, interferon, makrofag, sel T, sel B, granulosit). Antibodi ditemukan dalam ASI dan kadarnya lebih tinggi  dalam kolostrum (ASI pertama segera setelah partus).
b.      Imunisasi pasif buatan
1.      Immune Serum Globulin nonspesifik (Human Normal Immunoglobulin)
Imunisasi pasif tidak diberikan secara rutin, hanya diberikan dalam keadaan tertentu kepada penderita yang terpajan dengan bahan yang berbahaya terhadapnya dan sebagai regimen jangka panjang pada penderita dengan defisiensi antibodi. Jenis imunitas diperoleh segera setelah suntikan, tetapi hanya berlangsung selama masa hidup antibodi in vivo yang sekitar 3 minggu untuk kebanyakan bentuk proteksi oleh Ig. Imunisasi pasif dapat berupa tindakan profilaktik atau terapeutik, tetapi sedikit kurang berhasil sebagai terapi.
preparat dibuat dari plasma atau serum yang dikumpulkan dari donor sehat atau plasenta tanpa memperhatikan sudah atau belum divaksinasi/dalam atau tidak dalam masa konvalesen suatu penyakit. Preparat yang diperoleh harus bebas dari virus hepatitis dan HIV atau AIDS, kadar antibodi sekitar 25 kali (biasanya mengandung 16,5 g/dl globulin, terutama IgG), stabil untuk beberapa tahun dan dapat mencapai puncaknya dalam darah sekitar 2 hari setelah pemberian IM.
2.      Immune Serum Globulin spesifik
Plasma atau serum yang diperoleh dari donor yang dipilih sesudah imunisasi atau booster atau konvalesen dari suatu penyakit, disebut sesuai dengan jenisnya misalnya TIG, HBIG, VZIG dan RIG. Preparat dapat pula diperoleh dalam jumlah besar dari hasil plasmaferesis.
a.       Hepatitis B Immune Globulin
HBIG yang diperoleh dari pool plasma manusia yang menunjukkan titer tinggi antibodi HbsAg. HBIG juga dapat diberikan pada masa perinatal kepada anak yang dilahirkan oleh ibu dengan infeksi virus hepatitis B, para tenaga medis yang tertusuk jarum terinfeksi atau pada mereka setelah kontak dengan seseorang hepatitis B yang HbsAg positif.
b.      ISG Hepatitis A
Diberikan sebagai proteksi sebelum dan sesudah pajanan. Juga diberikan untuk mencegah hepatitis A pada mereka yang akan mengunjungi negara dengan prevalensi hepatitis A tinggi.
c.       ISG Campak
ISG dapat diberikan sebelum vaksinasi dengan virus campak yang dilemahkan kepada anak-anal yang imunodefisien.
d.      Human Rabies Immune Globulin
HRIG yang diperoleh dari serum manusia yang hiperimun terhadap rabies (biasanya dokter hewan atau mahasiswa calon dokter hewan). HRIG digunakan untuk mengobati penderita terpajan dengan aning gila. HRIG juga dapat diberikan bersamaan dengan imunisasi aktif oleh karena antibodi dibentuk lambat. Karena tidak tersedianya serum asal manusia, kadang diberikan serum asal kuda.
e.       Human Varicella-Zoster Immune Globulin
HVIG dipilih oleh karena mengandung antibodi dengan titer tinggi terhadap virus varisela-zoster. Produk ini digunakan sebagai profilaksis pada anak imunodefisiensi untuk mencegah terjangkit varisela, tetapi tidak menguntungkan untuk digunakan pada penderita dengan varisela aktif atau herpes zoster.
f.       Antisera terhadap virus Sitomegalo
Antisera terhadap virus Sitomegalo diberikan secara rutin kepada mereka yang mendapat transplan sumsum tulang untuk mengurangi reaktivasi virus bila diberikan obat imunosupresif dalam usaha mengurangi kemungkinan penolakan tandur
g.      Antibodi Rhogam
Antibodi Rhogam terhadap antigen RhD, diberikan dalam usaha mencegah imunisasi oleh eritrosit fetal yang RH+. Rho )D)-Immune Globulin (RhoGAM) adalah preparat asal manusia, diberikan kepada wanita Resus negatif dalam 72 jam sesudah melahirkan, keguguran atau aborsi dengan bayi/janin resus positif. Maksudnya ialah mencegah sensitisasi ibu terhadap kemungkinan sel darah merah janin yang Resus-positif. Juga diberikan selama trimester terakhir (16 minggu) kepada prima gravida Resus-negatif.
h.      Tetanus Immune Globulin
TIG adalah antitoksin yang diberikan sebagai proteksi pasif stelah menderita luka. Biasanya diberikan IM dengan toksoid tetapi pada lengan sebaliknya.
i.        Vaccinia Immune Globulin
VIG yang diberikan kepada penderita dengan eksim atau imunokompromais yang terpajan dengan vaksinia dan pada anggota tentara.

Imunisasi Aktif
Untuk mendapatkan proteksi dapat diberikan vaksin hidup/ dilemahkan atau yang dimatikan. Vaksin yang baik harus mudah diperoleh, murah, stabil dalam cuaca ekstrim dan nonpatogenik. Efeknya harus tahan lama dan mudah direaktivasi dengan booster antigen. Baik sel B maupun sel T diaktifkan oleh imunisasi.
Keuntungan dari pemberian vakin hidup/ dilemahkan ialah terjadinya replikasi mikroba sehingga menimbulkan pajanan dengan dosis lebih besar dan respon imun ditempat infeksi alamiah. Vaksin yang dilemahkan diproduksi dengan mengubah kondisi biakan mikroorganisme dan dapat merupakan pembawa gen dari mikroorganisme lain yang sulit untuk dilemahkan.
BCG merupakan pembawa yang baik untuk antigen yang memerlukan imunitas sel CD4 dan Salmonella sehingga dapat memberikan imunitas melalui pemberian oral. Imunisasi intranasal telah mendapat popularitas. Risiko vaksin yang dilemahkan ialah oleh karena dapat menjadi virulen kembali dan merupakan hal yang berbahaya untuk subjek immunokompromais.
Respon primer dan sekunder
Kontak pertama dengan antigen eksogen menimbulkan respon humoral primer yang ditandai dengan sel plasma yang memproduksi antibodi dan sel B memori. Respon primer ditandai dengan log phase yang diperlukan sel naif untuk menjalani seleksi klon, ekspansi klon dan diferensiasi menjadi sel memori dan sel plasma. Kemampuan untuk memberikan respon humoral sekunder tergantung dari adanya sel B memori dan sel T memori. Aktivasi kedua sel memori menimbulkan respons antibodi sekunder yang dapat dibedakan dari respon primer.
Perbedaan respon imun di berbagai bagian tubuh.
Ada perbedaan kadar antibodi dalam intra dan ekstra-vaskuler. sIgA diproduksi setempat di lamina propria di bawah membran mukosa saluran napas dan cerna yang sering merupakan tempat kuman masuk. sIgA merupakan Ig utama dalam sekresi hidung, bronkus, intestinal, saluran kemih, saliva, kolostrum dan empedu. Pemberian vaksin polio oral (sabin) memacu produksi antipolio (sIgA) dan ditemukan di dalam sekresi nasal dan duodenum, sedang pemberian vaksin mati parenteral (Salk) tidak. Jelas bahwa sIgA memberikan keuntungan dan dapat mencegah virus di tempat virus masuk tubuh. Sintesis antibodi sekretori lokal terbatas pada lokasi-lokasi anatomis tertentu yang dirangsang langsung melalui kontak dengan antigen.
IgG dan IgM dapat ditemukan dalam sekresi setempat. Hal ini berarti bahwa Ig serum dapat pula berperan pada imunitas ekstravaskuler. IgG dan IgM telah ditemukan pula dalam eksudat. Antibodi dalam cairan serebrospinal dibentuk di jaringan susunan saraf pusat oleh rangsangan infeksi. Mekanisme yang menimbulkan perbedaan-perbedaan kadar Ig du berbagai tempat di tubuh belum dapat diterangkan. IgG4 merupakan 3,5% dari IgG dalam plasmatetapi merupakan 15% dari IgG kolostrum.

Klasifikasi vaksin
Vaksin dapat dibagi menjadi vaksin hidup dan vaksin mati. Vaksin hidup dibuat dalam pejamu, dapat menimbulkan penyakit ringan, dan menimbulkan respons imun seperti yang terjadi pada infeksi aamiah. Vaksin mati merupakan bahan (seluruh sel atau komponen spesifik) asal patogen seperti toksoid yang diinaktifkan tetapi tetap imunogen.


Hidup- daitenuasikan
Mati-diinaktifkan
Patogen
Komponen
Bakteri
Virus
Rekayasa
Seluruh agen
toksoid
Subunit dimurnikan
Rekayasa subunit
Rekombinan
BCG
Adeno campak Mumps Polio Rubella Yellow fever
Influenzae (intranasa) Kolera Virus Rota tifoid (Ty21a-oral)
Antraks kolera USP (parenteral) Kolera WC/rBs (oral) Hepatits A
Hepatitis B (asal plasma) influenza (seluruh virus) Pes
Polio (IPV)
Rabies
Tifoid (parenteral)
Difteri
Tetanus
Pertusis (aselular)
Hib (polisakrida)
Kolera WC/rBs (oral)
Influenza (vaksin slit)
Meningokok
(polisakarida)
Pneumokok
(polisakarida)
Tifoid VI
(polisakarida)
Hib konjugat
Peneumokok konjugat
Meningokok konjugat
Hepatitis B (antigen permukaan) penyakit Lyme (OspA)

Ciri-ciri umum vaksin hidup dan mati
Ciri
Vaksin hidup
Vaksin mati
Respon imun
Humoral dan selular
Biasanya humoral
Dosis
Satu kali biasnya cukup
Diperlukan beberapa dosis
Ajuvan
Tidak perlu
Biasnya diperlukan
Rute pemberian
Sk, oral, intranasal
SK atau IM
Lama imunitas
Potensial seumur hidup
Biasanya diperlukan dosis booster
Transmisi dari satu ke lain orang
Mungkin
Tidak mungkin
Inaktivasi oleh antibodi yang didapat
Dapat terjadi
Tidak terjadi
Penggunaan pada penjamu imunokompromais
Dapat menimbulkan penyakit
Tidak dapat menimbulkan penyakit
Penggunaan pada kehamilan
Teoritis kerusakan janin dapat terjadi
Teoritis kerusakan janin tidak terjadi
Penyimpanan
Perlu khusus untuk mempertahankan vaksin hidup
Perlu khusus untuk mempertahankan stailitas sifat kimiawi dan fisis
Pemberian Simultan di beberapa tempat
Dapat dilakukan
Dapat  dilakukan
Interval antara pemeberian vaksin yang sama secara berurutan
Diperlukan interval minimum
Diperlukan interval minimum
Interval antara pemberian vaksin yang sama secara berurutan
Diperlukan interval minimum
Tidak diperlukan interval minimum


Sumber: Baratawidjaja, Karnen Garna, Iris Rengganis. 2012. Imunologi Dasar, Edisi 10. Jakarta: Badan Penerbit FKUI


Selasa, 22 April 2014

Hakuna matata, ah apalah, long time no see :D

alohaaaa~~ *joget hula-hula*
long time no see
iya, udah lama. banget. iya, aku malas, iya, ngaku kok ._.
sekarang udah april aja ya, dan... tau artinya apa? I just have less than 5 months to finish my research proposal ! ah, okay. I'll do it. oh Goooooddddd help me please T__T
okay fina..s e m a n g a t, kamu pasti bisa ~~
tinggalin tentang 7 huruf itu dan... what else is on? so many things have happened in my life lately, and you know, I've read some articles about Islam and about life, yeah.. I got so many lessons from that all, one of them is "jangan jadi generasi tidur" if you spend most of your life only for sleeping, so there's no need for you to have a long life, you can just die and sleep forever *lol* no... there's no such like that, hanya saja ya tau lah tidur itu kebutuhan, bisa jadi ibadah juga, tapi kalau kita pikirkan lagi alangkah ruginya kita yang menyia-nyiakan waktu hanya untuk tidur. coba hitung berapa banyak hal beramanfaat yang bisa kita lakukan jika kita ambil satu atau dua jam saja dari waktu tidur kita. dari artikel itu aku kutip
 Imam Hasan Al Bana—salah seorang ulama besar internasional—pada waktu hidupnya suatu kali mengatakan bahwa sesungguhnya kewajiban kita lebih banyak daripada yang waktu kita punyai. Maka alangkah ruginya kalau kita menyia-nyiakan waktu yang dititipkan kepada kita. Coba kita ber-mutabaah (evaluasi) sekarang. Sudahkah kita hafal juz 30 saja dari Alquran? Kalau dibandingkan dengan Imam Bukhari yang sudah khattam Al-Quran pas umur 9 tahun, WAH! Malu!
 baca itu aja aku udah malu ._.
there's still a lot of lesson that I've got, and now I've made promise to my self to change my habbit, yeah, you just don't know how much time that I've spent only for sleeping, yeah, sooo much..
okay, adios !