a. karsinoma nasofaring
tumor ganas yang timbul pada epithelial pelapis ruang dibelakang hidung
(nasofaring) dan ditemukan dengan
frekuensi tinggi di Cina bagian selatan
b. Mimisan/epistaxis
pendarahan dari dalam hidung
c. Biopsy
pengambilan dan pemeriksaan , biasanya mikroskopik, jaringan tubuh yang hidup,
yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis pasti.
d. Tumor
pertumbuhan baru suatu jaringan dengan multiplikasi sel-sel yang tidak
terkontrol dan progresif; disebut juga neoplasma.
e. Morbid
sakit/berkenaan dengan terkena, atau menimbulakan penyakit; berpenyakit.
f. Anamnesis
riwayat kasus pasien, medis atau psikiatrik, terutama dengan mempergunakan
ingatan pasien.
g. Fossa Rossenmuller
perluasan lateral mirip celah yang luas pada dinding nasofaring, sebelah
kranial dan dorsal orifisium faringealis tuba auditoria.
h. Spesimen
contoh atau bagian dari sesuatu, atau beberapa hal, yang diambil untuk
menunjukkan atau menentukan arti keseluruhan.
sumber: Kamus Kedokteran Dorland edisi 31, 2010
Epstein-Barr
EBV, herpes virus yang
terdapat dimana-mana dan merupakan agen penyebab mononukleosis infeksius akut,
karsinoma nasofaring, limfoma, limfoma burkitt dan gangguan limfoproliferatif
lain pada orang dengan defisiensi imun (jawetz)
sumber: Jawetz, Melnick, dan Adelberg. 2007. Medical Microbiology 24th edition. USA:
The McGraw-Hill Companies
Antigen Sel Tumor
Transformasi maligna suatu sel
dapat disertai dengan perubahan fenotip sel normal dan hilangnya komponen
antigen permukaan atau timbulnya neoantigen yang tidak ditemukan pada sel
normal atau perubahan lain pada membran sel. Perubahan-perubahan tersebut dapat
menimbulkan respon sistem imun.
Antigen tumor dapat dibedakan
menjadi 2 kategori:
1.
Antigen spesifik tumor
Yang hanya terdapat pada sel tumor
dan tidak pada sel normal.
Contohnya adalah gen MAGE 1. Gen ini
diekspresikan pada 37% melanoma serta pada karsinoma paru, hati, lambung, dan
esofagus dalam jumlah bervariasi. Contoh lainnya antigen virus, antigen yang berasal
dari virus onkogenik seperti HPV dan EBV.
2.
Antigen terkait tumor
Yang terdapat pada sel tumor dan
beberapa sel normal.
Contohnya adalah antigen yang
ekspresinya berlebihan . antigen-antigen tumor ini adalah produk gen normal
yang ekspresinya berlebihan akibat amplifikasi gen atau mutasi lain. Contoh
antigen ini protein HER 2 (neu), yang ekspresinya berlebihan pada 30% kanker
payudara dan ovarium.
Imunitas selular dan humoral dapat
memiliki aktivitas antitumor, yaitu:
1.
Limfosit T sitotoksik
Adanya sel CD8+ MHC-restricted dapat
mematikan sel tumor autolog didalam tumor manusia. Sel T CD8+ akan melisis
sel-sel tumor yang mengekspresikan MHC kelas I. Sedangkan sel-sel tumor yang
mengekspresikan MHC kelas II akan diikat oleh sel T CD4+ (sel T helper) yang
mensekresikan sitokin yang membantu mengarahkan respon imun yang diperantarai
oleh sel, termasuk makrofag dan aktivasi sel NK.
2.
Sel Natural Killer
Sel ini mampu menghancurkan sel tumor
tanpa sensitisasi terlebih dahulu. Setelah diaktifkan oleh IL-2, sel NK dapat
melisiskan berbagai tumor manusia, termasuk tumor yang tampaknya non-imunogenik
bagi sel T (sel yang tidak mengekspresikan MHC kelas I).
3.
Makrofag
Sel ini dapat menghancurkan sel tumor
melalui mekanisme yang serupa dengan yang digunakan untuk mematikan mikroba.
Sel T, sel NK, dan makrofag mungkin bekerja sama dalam reaktivitas antitumor
karena interferon-ϒ, yaitu sitokin yang dikeluarkan oleh sel T dan sel NK, adalah
aktivator kuat bagi makrofag.
4.
Mekanisme humoral
Mekanisme ini mungkin ikut serta dalam
destruksi sel tumor melalui dua cara: (1) aktivasi komplemen dan (2) induksi
sitotoksisitas selular dependen-antibodi oleh sel NK.
Sumber: Robbins, Kumar, Kotran. 2004. Buku
Ajar Patologi vol.1. Jakarta: EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar