a.
Infeksi
Invasi dan multipikasi mikroorganisme atau
parasit dalam jaringan tubuh.
b. Patogen
Setiap agen atau mikroorganisme penyebab
penyakit
c.
Virulensi
Kemampuan kuantitatif suatu agen untuk
menyebabkan penyakit.
d.
Diare
Frekuensi atau kosistensi pengeluaran feses
yang abnormal.
e.
Antibiotik
Zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba,
terutama fungi, yyang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain.
f.
Strain
Sekelompok organisme dalam spesies atau
varietas yang ditandai dengan sifat-sifat yang khas, seperti strain bakteri
kasar atau halus.
sumber: Kamus Kedokteran Dorland edisi 31, 2010
1.
Bakteri Vibrio Cholerae
a.
Definisi
Bakteri Vibrio Cholerae adalah bakteri batang
yang melengkung yang berbentuk koma dengan panjang2-4 µm. Bakteri ini dapat
bergerak secara aktif menggunakan flagel kutubnya.
b.
Mekanisme
Bakteri Vibrio Cholerae masuk kemukosa usus
dan menempel pada mikrovili, brush border di sel-sel epitel usus. Bakteri ini menghasilkan enterotoksin dengan berat molekul
sekitar 8400, yang terdiri dari subunit A dan B. subunit A terurai menjadi 2 peptida, yaitu A1dan A2. Yang berikatan melalulu ikatan disulfida. Subunit B mempunyai 5 peptida identik yang dapat berikatan dengan
Gangliosit GM 1 yang berfungsi sebagai
reseptor mukosa utk subunit B, yang
mendorong masuknya subunit A kedalam
sel. Subunit A memasuki membrane sel dan sangat
meningkatkan aktifitas adenilil siklase serta konsentrasi cAMP. Adenilil
siklase mengakibatkan kontraksi ototpolos. cAMP sebagai sinyal yang mengkode
seksresi air dan elektrolit. Efek akhirnya adalah sekresi cepat elektrolit
kedalam lumen usus halus disertai dengan gangguan arbsorbsi natrium dan klorida
serta bikarbonat.
sumber: Jawetz, Melnick, dan Adelberg. 2007. Medical Microbiology 24th edition. USA: The
McGraw-Hill Companies
a.
Transfer sifat resistensi
antar bakteri
Penyebaran resistensi pada mikroba dapat
terjadi secara vertikal (diturunkan ke generasi berikutnya) atau yang lebih
sering terjadi ialah secara horizontal dari suatu sel donor. Dilihat dari segi
bagaiimana resistensi dipindahkan maka dapat dibedakan 4 cara yaitu:
1)
Mutasi
Proses in terjadi secara spontan, acak, dan
tidak tergantung dari ada tau tidaknya paparan terhadap antimikroba. Mutasi
terjadi akibat perubahan pada gen mikroba mengubah binding site antimikroba,
protein transpor, protein yang mengaktifkan obat, dan lain-lain.
2)
Transduksi
Kejadian dimana suatu mikroba menjadi
resiisten karena mendapat DNA dari bakteriofa (virus yang menyerang bakteri)
yang membawa DNA dari kuman lain yang memiliki gen resisten terhadap antibiotik
tertentu.
3)
Transformasi
Transfer resistensi terjadi karena mikroba
mengambil DNA bebas yang membawa sifat resisten dari sekitarnya.
4)
Konjugasi
Transfer yang resisten disini terjadi
langsung antara 2 mikroba dengan suatuu “jembatan” yang disebut pilus seks.
Konjugasi adalah mekanisme ttransfer resistensi yang sangat penting, dan dapat
terjadi antara kuman dengan spesies yang berbeda.
sumber: Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI. 2007. Farmakologi dan Terapi edisi 5. Jakarta:
FKUI
Antibiotik yang
dapat digunakan untuk terapi kolera adalah:
a)
Tetrasiklin
Tetrasiklin dosis
tunggal 300 mg merupakan antibiotik yang efektif untuk penyakit ini. Pemberian
dapat mengurangi volume diare selama 48 jam.
b)
Kotrimoksazol
160 mg
trimetoprim – 800 mg sulfametoksazol, 2 kali sehari selama 3 bulan.
sumber: Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI. 2007. Farmakologi dan Terapi edisi 5. Jakarta:
FKUI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar