Hallo.... selamat datang. newbie old blogger. sorry for my bad english, but I just want to expand my vocabulary :) piss love and respect guys

Rabu, 02 Mei 2012

Bahan DK Pemicu 3 modul Biomol (Kolera)


a.       Infeksi
Invasi dan multipikasi mikroorganisme atau parasit dalam jaringan tubuh.
b.       Patogen
Setiap agen atau mikroorganisme penyebab penyakit
c.       Virulensi
Kemampuan kuantitatif suatu agen untuk menyebabkan penyakit.
d.       Diare
Frekuensi atau kosistensi pengeluaran feses yang abnormal.
e.       Antibiotik
Zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi, yyang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain.
f.       Strain
Sekelompok organisme dalam spesies atau varietas yang ditandai dengan sifat-sifat yang khas, seperti strain bakteri kasar atau halus.
sumber: Kamus Kedokteran Dorland edisi 31, 2010

1.       Bakteri Vibrio Cholerae
a.       Definisi
Bakteri Vibrio Cholerae adalah bakteri batang yang melengkung yang berbentuk koma dengan panjang2-4 µm. Bakteri ini dapat bergerak secara aktif menggunakan flagel kutubnya.
b.      Mekanisme
Bakteri Vibrio Cholerae masuk kemukosa usus dan menempel pada mikrovili, brush border di sel-sel epitel usus. Bakteri ini menghasilkan enterotoksin dengan berat molekul sekitar 8400, yang terdiri dari subunit A dan B. subunit A terurai menjadi 2 peptida, yaitu A1dan A2. Yang berikatan melalulu ikatan disulfida. Subunit B mempunyai 5 peptida identik yang dapat berikatan dengan Gangliosit GM 1 yang  berfungsi sebagai reseptor mukosa utk subunit B, yang mendorong masuknya subunit A kedalam sel. Subunit A memasuki membrane sel dan sangat meningkatkan aktifitas adenilil siklase serta konsentrasi cAMP. Adenilil siklase mengakibatkan kontraksi ototpolos. cAMP sebagai sinyal yang mengkode seksresi air dan elektrolit. Efek akhirnya adalah sekresi cepat elektrolit kedalam lumen usus halus disertai dengan gangguan arbsorbsi natrium dan klorida serta bikarbonat. 
sumber: Jawetz, Melnick, dan Adelberg. 2007. Medical Microbiology 24th edition. USA: The McGraw-Hill Companies

a.       Transfer sifat resistensi antar bakteri
Penyebaran resistensi pada mikroba dapat terjadi secara vertikal (diturunkan ke generasi berikutnya) atau yang lebih sering terjadi ialah secara horizontal dari suatu sel donor. Dilihat dari segi bagaiimana resistensi dipindahkan maka dapat dibedakan 4 cara yaitu:
1)      Mutasi
Proses in terjadi secara spontan, acak, dan tidak tergantung dari ada tau tidaknya paparan terhadap antimikroba. Mutasi terjadi akibat perubahan pada gen mikroba mengubah binding site antimikroba, protein transpor, protein yang mengaktifkan obat, dan lain-lain.
2)      Transduksi
Kejadian dimana suatu mikroba menjadi resiisten karena mendapat DNA dari bakteriofa (virus yang menyerang bakteri) yang membawa DNA dari kuman lain yang memiliki gen resisten terhadap antibiotik tertentu.
3)      Transformasi
Transfer resistensi terjadi karena mikroba mengambil DNA bebas yang membawa sifat resisten dari sekitarnya.
4)      Konjugasi
Transfer yang resisten disini terjadi langsung antara 2 mikroba dengan suatuu “jembatan” yang disebut pilus seks. Konjugasi adalah mekanisme ttransfer resistensi yang sangat penting, dan dapat terjadi antara kuman dengan spesies yang berbeda.
sumber: Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI. 2007. Farmakologi dan Terapi edisi 5. Jakarta: FKUI
 

 
Antibiotik yang dapat digunakan untuk terapi kolera adalah:
a)      Tetrasiklin
Tetrasiklin dosis tunggal 300 mg merupakan antibiotik yang efektif untuk penyakit ini. Pemberian dapat mengurangi volume diare selama 48 jam.
b)      Kotrimoksazol
160 mg trimetoprim – 800 mg sulfametoksazol, 2 kali sehari selama 3 bulan.
 sumber: Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI. 2007. Farmakologi dan Terapi edisi 5. Jakarta: FKUI





Tidak ada komentar:

Posting Komentar