Hallo.... selamat datang. newbie old blogger. sorry for my bad english, but I just want to expand my vocabulary :) piss love and respect guys

Sabtu, 28 April 2012

Bahan DK Pemicu 2 modul Biomol (Enzim & NSAID)


1.       Enzim
a.       Definisi
Enzim adalah polimer biologis yang mengatalisis reaksi kimia yang memungkinkan berlangsungnya kehidupan seperti yang kita kenal.
b.      Jenis-jenis
1.       Oksidoreduktase (mengatalisis oksidasi dan reduksi)
2.       Transferase (mengatalisis pemindahan gugus seperti gugus glikosil, metil, atau fosforil)
3.       Hidrolase (mengatalisis pemutusan hidrolitik C-C, C-O, C-N, dan ikatan lain)
4.       Liase (mengatalisis pemutusan C-C, C-O, C-N, dan ikatan lain dengan eliminasi atom yang menghasilkan ikatan rangkap.
5.       Isomerase (mengatalisis perubahan geometrik atau struktural didalam satu molekul)
6.       Ligase (mengatalisis penyatuan dua molekul yang dikaitkan dengan hidrolisis ATP)
c.       Mekanisme
Secara garis besar ada tiga tahap kerja enzim (E) pada substratnya (S), seperti ditunjukkan pada reaksi berikut
E+S ßà Kompleks ES ßà EP ßà E + P
Pertama, substrat melekat pada enzim dengan ikatan non kovalen membentuk kompleks enzim substrat. Kedua enzim melakukan reaksi kimia pada substrat membentuk kompleks enzim produk. Tahap ketiga produk meninggalkan tapak aktif enzim dan enzim tersebut siap melakukan proses  yang sama pada substrat yang baru.
d.      Fungsi
Fungsi utama enzim adalah biokatalis pada semua proses kimia dalam makhluk hidup. Dengan enzim reaksi dapat dipercepat 108 sampai 1011 kali. enzim dapat juga mengurangi energi aktivasi untuk mencapai keadaan transisi reaksi kimia. Jadi dapat dikatakan enzim adalah katalis yang sangat efektif.
Enzim juga  merupakan katalis yang sangat selekttif (harper)
Contoh lain dari fungsi enzim disediakan oleh lisozim dalam air liur dan air mata kita, yang bisa membantu mencegah infeksi bakteri.  Wolpert, Lewis. 2009. The Miracle of Cells. Bandung: Qanita


2.       Inhibitor
a.      Jenis
1)      inhibitor kompetitif
Merupakan sejenis penghambatan enzim yang dapat diatasi oleh peningkatan konsentrasi substrat. Tipe kompetitif berkaitan dengan persaingan dengan substrat untuk menempati sisi aktif enzim. Tipe kompetitif terjadi bila ada inhibitor yang menyerupai substrat normal bersaing dengan substrat sebenarnya dan keduanya dapat berikatan dengan sisi aktif enzim sama baiknya. Bila salah satu terikat maka tidak dapat diubah oleh enzim tersebut. Seandainya yang terikat duluan adalah substrat maka inhibitor tidak dapat terikat dan dihasilkna produk. Sebaliknya bila inhibitor duluan maka substrat tidak membentuk ikatan dengan sisi aktif enzim sehingga tidak terbentuk produk. Tipe ini dapat dibalik dengan menambah konsentrasi substrat disebut juga penghambat dapat balik
2)      inhibitor nonkompetitif
Merupakan sejenis penghambatan enzim yang tidak dapat diatasi oleh peningkatan konsentrasi substrat. Tipe nonkompetitif merupakan penghambat pada sisi lain pada substrat berikatan, tetapi dapat mengubah konformasi sisi aktif enzim sehingga substrat tidak dapat berikatan pada sisi aktifnya. Akibatnya produk tidak terbentuk. Penghambat nonkompetitif terpenting merupakan senyawa yang dapat berikatan secara balik dengan sisi spesifik pada enzim pengatur tertentu, untuk mengubah aktivitas sisi katalitiknya.
3)      inhibitorn produk akhir/ umpan balik (end-product/feedback inhibition). Penghambatan enzim alosterik pada awal suatu urutan metabolik tertentu oleh produk akhir dari rangkaian reaksi yang bersangkutan. Pengaturan ini dianggap sebagai strategi utama bioregulasi dalam semua sel hidup.
Toha, Amdul Hamid A. 2004. Ensiklopedia Biokimia & Biologi Molekuler. Jakarta: EGC

b.       Terdapat banyak obat yang bekerja pada enzim-enzim untuk menghasilkan efeknya. Yang paling sering, molekul obat tersebut merupakan suatu “analog substrat” yang bertindak sebagai suatu inhibitor kompetitif dari enzim tersebut (misalnya neostigmin bekerja pada asetilkolinesterase), tetapi terdapat  pula obat-obat yang menghambat enzim secara nonkompetitif (misalnya aspirin, menghambat enzim siklooksigenase secara irreversible). Adapula interaksi lain dengan molekul obat berlaku sebagai suatu “false substrat” (substrat palsu) dan mengalami transformasi enzimatik membentuk suatu produk abnormal. Ini terjadi dengan obat anti hipertensi metildopa; obat ini ikut dalam jalur sintesis noradrenalin sehingga noradrenalin yang dihasilkan sebagian berupa metilnoradenalin. Staf Pengajar Departemen Farmakologi FK UNSRI.2004.”Kumpulan Kuliah Farmakologi, Ed. 2”. Jakrta: EGC

Efek samping NSAID
1.       Induksi tukak lambung atau tukak peptik (suatu penyakit terkait asam lambung yang dapat menyebabkan luka hingga bagian muskularis mukosa lambung atau duodenum) yang kadang-kadang disertai anemia sekunder akibat pendarahan saluran cerna.
-obat bersifat asam, lebih banyak terkumpul dalam sel yang bersifat asam, cth. Lambung, ginjal dan jaringan inflamasi.
-efek obat dan efek sampingnya akan lebih nyata ditempat yang kadarnya tinggi.

2.       Gangguan fungsi trombosit akibat penghambatan biosintesis tromboxan A2 (TXA2) dengan akibat perpanjangan waktu pendarahan.
3.       Reaksi sensitivitas, berupa:
a.       Rinitis vasomotor
gangguan pada mukosa hidung yang ditandai dengan adanya edema yang persisten dan hipersekresi kelenjar pada mukosa hidung apabila terpapar oleh iritan spesifik.

b.      Edema angioneurotik
pembengkakan timbul mendadak beberapa detik atau menit, atau secara perlahan-lahan, yang mengenai lapisan kulit yang lebih dalam, sehingga tidak nampak lesi diluar. Bagian tubuh yang sering terkena adalah bibir, kelopak mata, pipi, tangan, kaki, genitalia dan lidahh membran mukosa laring, bronkus, dan saluran gastrointestinal.

c.       Urtikaria luas
reaksi alergi (melibatkan pembuluh darah atau vaskuler) pada kulit dan selaput lendir yang ditandai dengan bentol-bentol (adakalanya hanya berupa bercak merah) pada kulit, berwarna merah atau berwarna keputihan dan gatal, sebagai akibat pembengkaan antar sel.
d.      Asma bronkial
suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah baik secara spontan maupun hasil dari pengobatan (The American Thoracic Society).
e.      Hipotensi
suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun dibawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg
f.        Sampai keadaan presyok dan syok
Terjadi pada orang yang tiba-tiba tachycardia (denyut jantung yang lebih cepat daripada denyut jantung normal hipotensi, penurunan kesadaran, penurunan volume darah dikarenakan aliran darah dari pemubuluh darah utama banyak dialirkan ke kapiler.
Syok adalah suatu keadaan serius yang terjadi jika sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) tidak mampu mengalirkan darah ke seluruh tubuh dalam jumlah yang memadai; syok biasanya berhubungan dengan tekanan darah rendah dan kematian sel maupun jaringan.

Asam mefenamat
1.       Dipepsia
Dispepsia merupakan  suatu sindroma (kumpulan gejala) yang mencerminkan gangguan saluran cerna. Kumpulan gejala tersebut adalah rasa tidak nyaman, mual, muntah, nyeri ulu hati, bloating (lambung merasa penuh/sebah), kembung, sendawa, cepat kenyang, perut keroncongan (borborgygmi) hingga kentut-kentut.
Suryono Slamet, et al, 2001, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 2, edisi , Jakarta, FKUI
2.       Diare
3.       Diare berdarah
4.       Gejala iritasi lain terhadap mukosa lambung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar