Rabu, 07 Maret 2012
Bahan DK Pemicu 1 modul Sel-Gen ku
1. Definisi Mikroorganisme
Mikroorganisme adalah organisme mikroskopik yang menjadi minat dalam bidang kedokteran mencakup bakteri, virus, fungi, protozoa.
Kamus Kedokteran Dorland
2. Bakteri yang menyerang Kambing
Bakteri Bacillus anthracis
Bacillus anthracis berbentuk batang, lurus dengan ujung siku-siku. dalam biakan membentuk rantai panjang. dalam jaringan tubuh tidak pernah terlihat rantai panjang, biasanya tersusun secara tunggal atau dalam rantai pendek dari 2 - 6 organisme. Dalam jaringan tubuh selalu berselubung (berkapsel). kadang-kadang satu kapsel melingkupi beberapa organisme. Bakteri Bacillus anthracis bersifat gram positif, berukuran besar dan tidak dapat bergerak. Bakteri yang sedang menghasilkan spora memiliki garis tengah 1 mikron atau lebih dan panjang 3 mikron atau lebih.1
Menyebabkan penyakit Antraks
Penyakit Antraks dapat menyerang semua jenis hewan berdarah panas dengan derajat kerentanan yang berbeda-beda. Sapi, kuda, kerbau, kambing dan domba adalah hewan yang paling rentan terhadap antraks sedangkan anjing, kucing, hewan liar dan burung dapat pula terinfeksi pada kondisi tertentu (BENENSON, 1995)2
Antraks pada hewan dapat terjadi dalam bentuk:2
a. Perakut
Paling banyak dijumpai pada kambing dan domba, dimana hewan yang semula nampak sehat mendadak jatuh, sesak nafas, gemetar, kejang lalu mati dalam waktu beberapa menit atau jam.
b. Akut
Pada sapi, kerbau atau kuda antraks bentuk akut yang sering terjadi. Hewan menunjukkan gejala klinis berupa demam tinggi mencapai 41,5®C, gelisah, depresi, pernafasan susah, pembengkakan di leher dan dada, detak jantung tidak beraturan dan lemah kemudian mengalami kematian dalam waktu 1-3 hari.
c. Kronis
Bentuk kronis biasanya pada babi dan anjing ditandai dengan lesi pada lidah dan mulut serta pembengkakan tenggorokan, sulit bernafas dan akhirnya mati (HARDJOUTOMO, 1986)2
Anthrax tidak lazim ditularkan dari ternak yang satu ke ternak yang lain secara langsung. Wabah anthrax pada umumnya ada hubungannya dengan tanah netral atau berkapur yang alkalis yang menjadi daerah inkubator bakteri tersebut. Bila penderita anthrax mati kemudian diseksi atau termakan burung-burung atau ternak pemakan bangkai, maka sporanya akan dengan cepat terbentuk dan mencemari tanah sekitarnya. Bila terjadi demikian, maka menjadi sulit untuk memusnahkannya. Hal tersebut menjadi lebih sulit lagi, bila spora yang terbentuk itu tersebar angin. Air pengolahan tanah, rumput makanan ternak dan sebagainya. Di daerah iklim panas lalat penghisap darah antara lain jenis Tabanus dapat bertindak sebagai pemindah penyakit. Rumput pada lahan yang tercemari penyakit ini dapat ditempati spora. Apabila rumput ini dimakan sapi perah maupun ternak lainnya, mereka akan tertulari. Penyebaran penyakit ini umumnya dapat berkaitan dengan pakan yang kasar atau ranting-ranting yang tumbuh di wilayah yang terjangkit penyakit anthrax. bahan pakan yang kasar kadangkala menusuk membran di dalam mulut atau saluran pencernaan dan masuklah bakteri Bacillus anthracis tersebut melalui luka-luka itu. jadi melalui luka-luka kecil tersebut maka terjadi infeksi spora.1
Penularan dapat terjadi karena ternak menelan tepung tulang atau pakan lain atau air yang sudah terkontaminasi spora. Selain itu gigitan serangga pada ternak penderita didaerah wabah yang kemudian serangga tersebut menggigit ternak lain yang peka didaerah yang masih bebas merupakan cara penularan juga.1
Manusia dapat tertular penyakit antraks terutama pada orang yang pekerjaannya banyak berhubungan dengan ternak. Penularan dapat terjadi karena masuknya spora atau kuman antraks ke dalam tubuh melalui berbagai cara antara lain makanan yang tercemar, sentuhan pada kulit yang terluka dan inhalasi spora antraks (DOGANAY, 1990)2
Gejala klinis antraks kulit adalah timbulnya papula dari tempat masuknya kuman, gatal tanpa rasa sakit yang kemudian akan membesar berisi cairan kemerahan (vesikel) dalam waktu 2-3 hari dan selanjutnya terjadi jaringan nekrotik berupa ulsera yang ditutupi kerak hitam, kering yang disebut eskar. Pada antraks intestinal, gejala klinis berupa mual, muntah dan sakit perut hebat dengan angka kematian mencapai 25-75%.2
Pengobatan
Pengobatan umumnya dilakukan dengan menggunakan kombinasi antara antiserum dan antibiotika. Antibiotika yang dipakai antara lain Procain Penisilin G, Streptomisin atau kombinasi antara Penisilin dan Streptomisin.1
Pencegahan
Tindakan pencegahan yang bisa diupayakan adalah 1
a. bagi daerah yang masih bebas anthrax, tindakan pencegahan didasarkan pada pengaturan yang ketat terhadap pemasukan ternak ke daerah tersebut
b. pada daerah enzootik anthrax, anthrax pada ternak ternak dapat dicegah dengan vaksinasi yang dilakukan setiap tahun. Pada sapi dan kerbau dosis 1 cc, pada kambing, domba, babi dan kuda dosis sebesar 0,5 cc. Vaksin diberikan secara injeksi subkutan.. Membuat preparat apus darah yang diambil dari telinga pada ternak yang mati secara tiba-tiba
c. jika ternak mati karena anthrax, maka tidak boleh dibuka bangkainya, tetapi diambil salah satu daun telinga dan masukkan ke dalam kantong plastik serta didinginkan jika mungkin, selanjutnya di bawa ke laboratorium untuk didiagnosis. Bangkai langsung dibakar atau dikubur sedalam 2 meter dan ditutup kapur, kulit dan bulu penderita dimusnahkan.
1. http://directory.umm.ac.id/Data%20Elmu/pdf/mininggu_14_PENYAKIT_BAKTERIAL_PADA_RUMINANSIA_baru.pdf
2. KASUS ANTRAKS PADA MANUSIA DAN HEWAN DI BOGOR PADA AWAL TAHUN 2001. SUSAN M. NOOR, DARMINTO dan S. HARDJOUTOMO. Balai Penelitian Veteriner Bogor
3. Virus yang menyerang ayam/unggas
Virus Paramyxo.
Penyebab penyakti tetelo/New Castle Disease (ND) adalah penyakit akut pada unggas yang menular secara cepat dan menyebakan timbulnya gangguan pernapasan yang sering diikuti oleh gangguansyaraf serta diare.
Penyebab penyakit ND
Virus paramyxo yang bervariasi keganasannya:
1. Sangat tinggi (velogenik)
2. Cukup tinggi (mesogenik)
3. Sangat rendah (lentogenik)
Penularan
1. Melalui lender dan kotoran ayam sakit
2. Melalui pakan, air minum yang tercemar
3. Melalui burung piaraan atau burung liar
Gejala klinis
Tergantung pada keganasan virus
1. infeksi virus lentogenik menunjukkan gejala ringan
a. Penurunan produksi telur
b. Tidak terjadi gangguan syaraf
2. Infeksi virus mesogenik
a. Gangguan pernapasan (sesak napas, megap-megap, batuk dan bersin)
b. Produksi telur menurun
c. Kelainan bentuk telur dan daya tetasnya menurun
d. Angka kematian mencapai 10%
3. Infeksi virus velogenik
a. Kehilangan nafsu makan
b. Lesu
c. Sesak nafas
d. Megap-megap
e. Ngorok
f. Bersin
g. Ayam mungkin menderita kelumpuhan sebagian atau total
h. Sering terjadi tertikolis
i. Produksi telur menurun
j. Balung dan pial berwarna kebiru-biruan
k. Muka bengkak
l. Angka kematian mencapai 100%
Pencegahan dan Pengobatan
1. Vaksinasi ND secara teratur
2. Ayam yang terjangkit penyakit ini harus dimusnahkan karena dapat bertindak sebagai sumber pencemaran dan penular.
http://disnakeswan.kalbarprov.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=59:new-castel-disease-tetelo&catid=60:penyakit-hewan&Itemid=90
4. mekanisme infeksi virus
Virus merusak sel pejamu dengan masuk kedalam sel dan bereplikasi atas “biaya” sel pejamu. Virus mematikan sel pejamu dan menyebabkan kerusakan jaringan melalui beberapa cara:
1. Menghambat sintesis DNA, RNA atau protein sel pejamu.
2. Protein virus mungkin menembus membrane plasma sel pejamu dan secara langsung merusak integritasnya atau mendorong fusi sel.
3. Virus bereplikasi secara efisien dan melisiskan sel pejamu.
4. Protein virus dipermukaan sel pejamu mungkin dikenali oleh system imun, dan limfosit pejamu menyerang sel yang terinfeksi virus.
5. Merusak sel yang terlibat dalam pertahanan anti mikroba pejamu sehingga terjadi infeksi sekunder.
6. Kematian suatu sel oleh virus dapat merusak sel lain yang bergantung pada integritas sel tersebut.
Buku Ajar Patologi. Robbins. 2007. EGC. Jakarta
Label:
Bahan Kuliah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar